Baru-baru ini, siswa-siswi MTsN 1 Tuban menoreh berbagai prestasi dalam Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Tuban yang diselenggarakan pada bulan Juli 2024. Hal ini menambah deretan prestasi yang telah diraih MTsN 1 Tuban. Tak hanya berprestasi di bidang akademik, tapi juga di bidang non-akademik, khususnya olahraga. Ragam cabang olahraga dilombakan pada Porkab tahun ini, salah satunya adalah Tenis Meja.
Terdapat dua atlet Tenis Meja yang merupakan siswa MTsN 1 Tuban.
Silmi Auliya Baqir J (Kelas VII) mewakili Kecamatan Merakurak berhasil melalui babak penyisihan hingga babak final, dan berhasil keluar sebagai Juara III Tenis Meja (Putri).
Adapun Desta Giofani (Kelas VIII I) yang mewakili Kecamatan Jenu berhasil melalui babak final dan keluar sebagai Juara II Tenis Meja (Campuran).
Baik Silmi maupun Desta tidak menyangka akan keluar sebagai juara dan merasa bangga dapat menyumbang prestasi untuk desa yang diwakilinya, dan juga pada almamater nya, MTsN 1 Tuban.
Ali Maghfur selaku Kepala MTsN 1 Tuban memberikan apresiasi yang sangat besar, dan berharap kejuaraan yang telah diraih dapat dijadikan motivasi oleh para siswa lain untuk mendalami bakat dan minat yang dimiliki. “Kalau sudah ketemu apa yang disukai, nanti pasti sekolah akan memberikan fasilitas untuk menunjang bakat tersebut, sehingga dapat menjadi delegasi lomba-lomba berikutnya”, ujarnya. (Asfa)
Pagi ini, (16/07/2024) MTsN 1 Tuban melangsungkan kegiatan Masa Orientasi Pramuka, atau biasa disingkat MOP. Masa Orientasi Pramuka merupakan bentuk kegiatan yang di dalamnya berisi pengenalan tentang dasar kepramukaan yang ada di madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh siswa baru kelas VII, sebagai ajang penutupan seluruh rangkaian kegiatan MATSAMA Tahun 2024 dan hanya berlangsung selama satu hari. Kegiatan ini memiliki tujuan menumbuhkan watak disiplin, kepemimpinan dan kemandirian siswa.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 1 Tuban menuturkan bahwa pramuka merupakan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh setiap siswa sebagai perwujudan pendidikan karakter agar menjadi generasi yang lebih baik, mandiri, serta sanggup bertanggung jawab. Kegiatan hari ini bertemakan “Membentuk Generasi yang Cerdas, Mandiri, Berprestasi, Berakhlak Karimah dan Berwawasan Kebangsaan”.
“Kalian harus cerdas, cerdas dalam maksud gampang mencerna dan memahami arahan kakak pembina. Selain itu harus juga mandiri. Bisa mengurus diri sendiri tanpa harus bergantung dengan orang lain. Bukan maksud tidak mau ditolong, tapi harus bisa berdiri di kaki sendiri kalaupun ada di situasi tertentu”
Ia menegaskan,
“Percuma berprestasi kalau tidak bisa berkelakuan baik, maka orang pun akan enggan mendekat. Maka teruslah berbuat kebaikan, punya akhlak yang bagus, agar prestasimu tidak hanya bergengsi tapi juga membawa keberkahan bagi banyak orang. Dan yang paling penting, jangan pernah lupa sama tanah air. Ingat semua perjuangan pendahulu kita, junjung terus Indonesia.”
Dengan bacaan Basmalah, Ali Maghfur membuka rangkaian acara MOP MTsN 1 Tuban dan diikuti oleh dua kali tepuk pramuka. (Asfa)
Hari ini, Senin (15/7/2024) MTsN 1 Tuban melaksanakan upacara Senin sekaligus merupakan upacara Pembukaan Tahun Ajaran Baru 2024/2025. Upacara ini dilaksanakan di halaman madrasah yang diikuti oleh seluruh siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan MTsN 1 Tuban.
Pada kegiatan ini, Ali Maghfur, yang merupakan kepala Madrasah sekaligus Pembina upacara pada hari ini menyampaikan pesan kepada seluruh siswa, khususnya kelas VII, siswa baru MTsN 1 Tuban.
“Kalian semua merupakan siswa dari madrasah yang telah berdiri sejak lama. Sudah seharusnya punya rasa bangga karena menjadi pilihan dan bagian dari madrasah ini. Adapun untuk kakak kelas VIII dan IX, jadilah panutan yang baik, berikan contoh serta kenyamanan kepada adik-adik kalian yang sekarang kelas VII. Jangan pernah sekalipun melakukan “bullying”!”
Ia juga menambahkan,
“Teruntuk kelas VII, mulailah untuk beradaptasi! Sesuaikan diri kalian dengan citra Madrasah ini. Apabila dari SD atau MI sebelumnya sudah berkelakuan baik, maka lanjutkanlah!”
Dalam arahannya, pria 2 putra ini mengingatkan bahwa sudah seharusnya warga MTsN 1 Tuban membangun prestasi sejak dini dan memupuk program-program Islami, sesuai dengan motto “Madrasahku adalah Surgaku”.
Pada akhir upacara, Ali Maghfur memberikan apresiasi kepada para siswa yang berhasil menjuarai PORKAB VIII 2024. Pada PORKAB VIII tahun ini, MTsN 1 Tuban berhasil menoreh prestasi, Juara 1 Panahan, Juara II dan III Muathay (Putri), dan Juara III Muathay (Putra). Besar harapan agar prestasi kali ini dapat dijadikan motivasi para siswa untuk menoreh prestasi berikutnya.
Matsama atau Masa Ta’aruf Siswa Madrasah MTsN 1 Tuban Tahun 2024 diikuti oleh 315 peserta didik baru dan berlangsung pada tanggal 12-13 Juli 2024. Umi kulsum, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Tuban dalam sambutannya menyampaikan
“Kalian anak-anak yang terpilih melalui seleksi PPDB yang dikuti oleh 417 pendaftar dan hanya diterima sebanyak 315 peserta didik. Manfaatkan kesempatan ini untuk maju menggali prestasi bersama MTsN 1!”
Dalam kesempatan pembinaan guru dan pegawai, Beliau mengingatkan agar Madrasah dapat mengikuti tagline nya, yakni Madrasah Maju, Bermutu dan Mendunia. Banyak hal yang harus ditinjau ulang demi terwujudnya visi misi dengan cara merealisasikan program-program prioritas. Program prioritas tersebut dapat mencakup pembuatan program kerja wakil kepala, melakukan bimtek untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Beliau dalam pidato nya juga berpesan agar Madrasah memanfaatkan sumber daya serta dana yang ada sesuai dengan kebutuhan.
Terakhir, sebelum mengakhiri sesi, Umi Kulsum berpesan agar para pendidik dapat tetap berpedoman pada kompetensi pedagogik, profesional, dan kepribadian sosial.
Tujuan umum kegiatan Bimtek Penguatan Implementasi Kurikulkum Merdeka adalah meningkatkan kualitas profesionalisme guru dalam melaksanakan peran, fungsi dan tugas pokok yang ditambah dalam pembuatan media pembelajaran yang kreativitas dan inovatif. Meningkatkan penguatan guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Memotivasi guru untuk mengembangkan diri melalui penyusunan publikasi ilmiah dan penciptaan karya inovatif. Red.
Picture by Susiana.ig
Bimtek Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar BDK Surabaya di MTsN 1 Tuban (24-25/05/2023). Kegiatan ini diikuti seluruh Kepala Madrasah, Waka Kurikulum dan 1 perwakilan guru KKM. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Kab. Tuban, Drs, Munir, M. Hum. turut hadir dalam acara ini adalah Kasi. Pedma dan Pengawas Madrasah.
Seperti gelombang air yang tidak dapat dibendung lagi, kejuaraan demi kejuaraan diperoleh oleh MTsN 1 Tuban, termasuk dalam ajang Ma’arif Competition (MC) yang digelar Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Cabang Tuban ada yang baru. Sebab, tahun ini ada bidang olahraga yang dilombakan, yakni sepakbola dan volly. Sepakbola diikuti oleh SD/MI dan MTs/SMP, sedangkan untuk volly hanya SMP atau MTs.
Kegiatan ini juga untuk memperingati satu abad NU dan menjelang konferensi cabang (konfercab) PC NU Tuban. Pembukaan perlombaan dilakukan dengan upacara yang digelar di halaman SMK YPM 12 Tuban. Sebagai pembina upacara adalah Sekretaris PC LP Ma’arif Tuban, Sofyan Yunus. Upacara. Upacara dihadiri oleh pengurus dan panitia MC LP Ma’arif serta seluruh peserta pertandingan.
Ketua Ma’arif Competition, Abdussalam mengatakan, lomba voli dilaksanakan pada 3 dan 4 Oktober 2022. Sebanyak 14 tim menjadi peserta kejuaraan ini. dan MTsN 1 Tuban menjadi salahsatu yang mendapatkan juara. Bravo olahraga, Bravo MTsN 1 Tuban. (iainutuban.ac.id).Didi.Red.
Dengan motto “Bergerak Bersama Sarakkan Merdeka Belajar”, MTsN 1 Tuban melaksanakan upacara bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman madrasah (02/05/2023). “Mari kita semarakkan hari ini dengan semangat untuk meneruskan perwujudan Merdeka Belajar, mendidik generasi pelajar pancasila yang cerdas berkarakter dan membawa indonesia melompat ke masa depan dengan pendidikan yang memerdekakan.” Pidato Kemndikbudristek pada Hardiknas yang dibacakanoleh Kepala MTsN 1 Tuban pada amanatnya. Red.
Dengan segala kerendahan hati , Kami keluarga besar MTsN 1 Tuban mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita dan menjadikan kita kembali dalam keadaan yang suci. Dan semoga Allah memberikan kita umur panjang sehingga dapat dipertemukan kembali dengan Ramadhan nan suci tahun depan. Insyaallah. Amin Ya Robbal Alamin
SIAP MENDARMAKAN DIRI DEMI KEPENTINGAN ANAK DIDIK MENDAPATKAN HAK-HAK MEREKA SEBAGAIMANA MESTINYA SESUAI DENGAN AMANAT KONVENSI HAK ANAK.
foto by sani/didi.red
Berangkat dari adanya Konvensi Hak Anak (KHA) atau lebih dikenal sebagai UN-CRC (United Nations Convention on the Rights of the Child) adalah sebuah perjanjian hak asasi manusia yang menjamin hak anak pada bidang sipil, politik, ekonomi, sosial, kesehatan, dan budaya yang disahkan pada tahun 1989 oleh PBB. Maka adalah Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Elvi Hendrani mengatakan pentingnya satuan pendidikan untuk memenuhi standardisasi Lembaga Penyedia Layanan Ramah Anak (LPLRA).
Pemenuhan standarisasi itu adalah untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap anak maupun oleh anak di sebuah satuan pendidikan, karena akhir-akhir ini masih banyak informasi yang muncul mengenai kekerasan yang terjadi di satuan pendidikan. Satuan pendidikan, menjadi salah satu tempat yang sarat dengan pelanggaran hak anak, selain rumah dan lingkungan.
Elvi Hendrani menuturkan, pada 2021 KemenPPPA mulai memperkenalkan istilah “Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK)”, seiring dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2021 Tentang Perlindungan Khusus Bagi Anak.
Untuk memastikan anak-anak yang terkategori AMPK terlindungi, maka upaya-upaya pencegahan harus dimasifkan dan mengoptimalkan penanganan kasus terutama oleh unit penanganan kasus yang ada di satuan pendidikan yang terkoneksi secara langsung dengan anak-anak.
“Hal itu penting karena kasus bisa terjadi di mana saja, tidak ada satupun tempat yang tidak ada kasus. Namun, akan terlihat kualitas suatu tempat atau suatu wilayah atau jika itu (kasus) terjadi di satuan pendidikan. Penanganannya cepat dan tepat karena kesiapan kesatuan pendidikan untuk menangani kasus tersebut,” kata Elvi Hendrani.
LPLRA merupakan program yang mengusung semangat sinergi dan kolaborasi antar-Kementerian/Lembaga (K/L) maupun Lembaga Layanan Berbasis Masyarakat. LPLRA memegang prinsip bahwa standardisasi yang dilakukan merupakan evaluasi yang bersifat pembinaan, yang bertujuan menguatkan lembaga tersebut dalam melayani AMPK.
Tim Unit Penanganan Kasus di MTsN 1 dikukuhkan pada 06 Maret 2023, yang di usulkan oleh Ibu Bekti Prastyani Fasnas. SRA yang di visitasi dan langsung Pendampingan Standarisasi Penyelenggaraan LPLRA Unit Penanganan Kasus di Satuan Pendidikan MTSN 1 Tuban oleh Bapak A. Azhari Fasnas. SRA di MTsN 1 Tuban, untuk selanjutnya mengikuti Bimtek LPLRA bagi AMPK pada Unit Penanganan Kasus di Satuan Pendidikan yang dilakukan oleh tim dari Kemenpppa. pada hari berikutnya (08-10/03/2023).
Harapan terbesar dari fasnas SRA adalah MTsN 1 Tuban bisa memenuhi standard Penyelenggaraan LPLRA sebagaimana yang telah di isyaratkan oleh Kemenpppa. Pada kesempatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari P3A Tuban. Dukungan dari keluarga besar MTsN 1 Tuban lah yang akan membuat program ini bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan oleh berbagai pihak. Semoga MTsN 1 Tuban bisa!!!
Pada bulan Ramadan sekolah menggelar kegiatan Pondok Ramadan. Pondok Ramadan ini diisi dengan aktivitas seperti tadarus Al-Quran, sholat berjamaah, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kegiatan pondok Ramadan ini dilaksanakan selama satu hari penuh di sekolah atau dalam waktu tertentu untuk mempelajari lebih dalam tentang agama Islam.
Tujuan Pondok Ramadan
Kegiatan yang dilakukan di bulan Ramadan ini bukan hanya untuk mengisi waktu kosong sambil menunggu waktu buka puasa. Pondok Ramadan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadan sehingga bisa meningkatkan iman dan taqwa serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ini sekaligus meningkatkan ibadah peserta didik pada bulan Ramadan. Hal ini karena pada kegiatan Pondok Ramadan yang dilaksanakan secara intensif banyak diisi aktivitas ibadah mulai dari sholat wajib, sholat sunnah, dan tadarus. Berikut ini tujuan pondok Ramadan:
1. Mengisi waktu luang dengan memperbanyak ibadah 2. Mengamankan pemahaman agama Islam lebih dalam dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari 3. Meningkatkan iman dan takwa
foto by fahmi/didi.red
Kegiatan Pondok Ramadan
Setiap sekolah memiliki macam-macam kegiatan untuk Pondok Ramadan. Kegiatan tersebut disesuaikan dengan waktu kegiatan apakah seharian atau waktu tertentu. Berikut ini kegiatan-kegiatan pondok Ramadan seperti yang dirangkum redaktur dari berbagai sumber:
Dengan tema Menanamkan kharakter Pelajar Rahmatan Lil’alamin serta Menguatkan Profil Pelajar Pancasila MTsN 1 Tuban melaksanakan kegiatan Pondok Ramadhan 1444 H. Tahun ini MTsN 1 Tuban bekerjasama dengan KUA Tuban Kota dalam penyampaian materi-materi pondok ramdhan, diantaranya Moderasi Beragama, Tarikh Islam dan Praktik Sholat Sunah.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 minggu (10-15/04/2023) dengan pembagian 2 hari perjenjang. Selain siswa hadir untuk mengilkuti kegiatan pondok ramadhan, mereka juga melakukan kegiatan berzakat fitrah, untuk kemudian oleh panitia akan diberikan kepada siswa/wi duafa, yatim piatu dan warga sekitar MTsN 1 Tuban, yang dilaksanakan pada hari senin (17/04/2023).