MTsN 1 Tuban Gelar Workshop Penguatan dan Pemahaman TIM SRA melalui Bedah Borang Standarisasi

Tuban (16/05/25). MTsN 1 Tuban kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Sekolah dengan Ramah Anak (SRA) dengan menyelenggarakan kegiatan dan Workshop Penguatan dan Pemahaman Tim SRA melalui Bedah Borang Standarisasi pada hari ini. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Bapak/Ibu guru dan tenaga kependidikan serta perwakilan murid dan wali murid.

Dalam sambutannya, Kepala MTsN 1 Tuban, Subiyanto, menyampaikan pentingnya peran seluruh warga madrasah dalam menghidupkan kembali program SRA yang sempat vakum beberapa waktu. Beliau juga ser menekankan agar peserta mengikuti workshop dengan sungguh-sungguh demi membekali diri untuk menuju predikat SRA tingkat nasional.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Tim SRA MTsN 1 Tuban, yang menyampaikan akan dilakukan pembaruan Surat Keputusan (SK) Tim SRA mengingat telah terjadi pergantian kepala madrasah. Beliau juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas antusiasme Bapak/Ibu guru dan tenaga kependidikan dalam mendukung keberlangsungan program ini.

Pada sesi inti workshop, peserta menerima materi bertema “Peningkatan Kualitas Lembaga Layanan melalui Program SRA” yang membahas prinsip-prinsip dasar SRA, pentingnya pelibatan semua elemen madrasah, serta langkah-langkah konkret dalam memenuhi standar ramah anak.

Kegiatan ditutup dengan diskusi kelompok dan bedah borang standarisasi, dimana peserta mengevaluasi dan menyusun strategi penguatan indikator-indikator SRA. Workshop ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol semangat kolaborasi menuju madrasah yang aman, inklusif, dan ramah anak. (Azza)

Menang di Cabang Olahraga Tenis Meja, Siswa MTsN 1 Tuban Borong Medali dalam PORKAB Tahun 2024

Silmi, Juara III Tenis Meja Putri

Baru-baru ini, siswa-siswi MTsN 1 Tuban menoreh berbagai prestasi dalam Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Tuban yang diselenggarakan pada bulan Juli 2024.  Hal ini menambah deretan prestasi yang telah diraih MTsN 1 Tuban. Tak hanya berprestasi di bidang akademik, tapi juga di bidang non-akademik, khususnya olahraga. Ragam cabang olahraga dilombakan pada Porkab tahun ini, salah satunya adalah Tenis Meja.

Terdapat dua atlet Tenis Meja yang merupakan siswa MTsN 1 Tuban.

Silmi Auliya Baqir J (Kelas VII) mewakili Kecamatan Merakurak berhasil melalui babak penyisihan hingga babak final, dan berhasil keluar sebagai Juara III Tenis Meja (Putri).

Adapun Desta Giofani (Kelas VIII I) yang mewakili Kecamatan Jenu berhasil melalui babak final dan keluar sebagai Juara II Tenis Meja (Campuran).

Baik Silmi maupun Desta tidak menyangka akan keluar sebagai juara dan merasa bangga dapat menyumbang prestasi untuk desa yang diwakilinya, dan juga pada almamater nya, MTsN 1 Tuban.  

Ali Maghfur selaku Kepala MTsN 1 Tuban memberikan apresiasi yang sangat besar, dan berharap kejuaraan yang telah diraih dapat dijadikan motivasi oleh para siswa lain untuk mendalami bakat dan minat yang dimiliki. “Kalau sudah ketemu apa yang disukai, nanti pasti sekolah akan memberikan fasilitas untuk menunjang bakat tersebut, sehingga dapat menjadi delegasi lomba-lomba berikutnya”, ujarnya. (Asfa)

Meningkatkan Kualitas profesionalisme Guru Melalui Bimtek

Tujuan umum kegiatan Bimtek Penguatan Implementasi Kurikulkum Merdeka adalah meningkatkan kualitas profesionalisme guru dalam melaksanakan peran, fungsi dan tugas pokok yang ditambah dalam pembuatan media pembelajaran yang kreativitas dan inovatif. Meningkatkan penguatan guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Memotivasi guru untuk mengembangkan diri melalui penyusunan publikasi ilmiah dan penciptaan karya inovatif. Red.

Bimtek Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar BDK Surabaya di MTsN 1 Tuban (24-25/05/2023). Kegiatan ini diikuti seluruh Kepala Madrasah, Waka Kurikulum dan 1 perwakilan guru KKM. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Kab. Tuban, Drs, Munir, M. Hum. turut hadir dalam acara ini adalah Kasi. Pedma dan Pengawas Madrasah.

Redaktur: Didi Wahyudi

MTsN 1 Tuban lagi?

Seperti gelombang air yang tidak dapat dibendung lagi, kejuaraan demi kejuaraan diperoleh oleh MTsN 1 Tuban, termasuk dalam ajang Ma’arif Competition (MC) yang digelar Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Cabang Tuban ada yang baru. Sebab, tahun ini ada bidang olahraga yang dilombakan, yakni sepakbola dan volly. Sepakbola diikuti oleh SD/MI dan MTs/SMP, sedangkan untuk volly hanya SMP atau MTs.

Kegiatan ini juga untuk memperingati satu abad NU dan menjelang konferensi cabang (konfercab) PC NU Tuban. Pembukaan perlombaan dilakukan dengan upacara yang digelar di halaman SMK YPM 12 Tuban. Sebagai pembina upacara adalah Sekretaris PC LP Ma’arif Tuban, Sofyan Yunus. Upacara. Upacara dihadiri oleh pengurus dan panitia MC LP Ma’arif serta seluruh peserta pertandingan.

Ketua Ma’arif Competition, Abdussalam mengatakan, lomba voli dilaksanakan pada 3 dan 4 Oktober 2022. Sebanyak 14 tim menjadi peserta kejuaraan ini. dan MTsN 1 Tuban menjadi salahsatu yang mendapatkan juara. Bravo olahraga, Bravo MTsN 1 Tuban. (iainutuban.ac.id).Didi.Red.

Bergerak Bersama Sarakkan Merdeka Belajar

Picture by Susiana.ig

Dengan motto “Bergerak Bersama Sarakkan Merdeka Belajar”, MTsN 1 Tuban melaksanakan upacara bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman madrasah (02/05/2023). “Mari kita semarakkan hari ini dengan semangat untuk meneruskan perwujudan Merdeka Belajar, mendidik generasi pelajar pancasila yang cerdas berkarakter dan membawa indonesia melompat ke masa depan dengan pendidikan yang memerdekakan.” Pidato Kemndikbudristek pada Hardiknas yang dibacakanoleh Kepala MTsN 1 Tuban pada amanatnya. Red.

HARI KEMENANGAN TELAH TIBA !!!

Dengan segala kerendahan hati , Kami keluarga besar MTsN 1 Tuban mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita dan menjadikan kita kembali dalam keadaan yang suci. Dan semoga Allah memberikan kita umur panjang sehingga dapat dipertemukan kembali dengan Ramadhan nan suci tahun depan. Insyaallah. Amin Ya Robbal Alamin

Redaktur: Didi wahyudi

TIM UNIT PENANGANAN KASUS MTsN 1 TUBAN

SIAP MENDARMAKAN DIRI DEMI KEPENTINGAN ANAK DIDIK MENDAPATKAN HAK-HAK MEREKA SEBAGAIMANA MESTINYA SESUAI DENGAN AMANAT KONVENSI HAK ANAK.

foto by sani/didi.red

Berangkat dari adanya Konvensi Hak Anak (KHA) atau lebih dikenal sebagai UN-CRC (United Nations Convention on the Rights of the Child) adalah sebuah perjanjian hak asasi manusia yang menjamin hak anak pada bidang sipil, politik, ekonomi, sosial, kesehatan, dan budaya yang disahkan pada tahun 1989 oleh PBB. Maka adalah Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Elvi Hendrani mengatakan pentingnya satuan pendidikan untuk memenuhi standardisasi Lembaga Penyedia Layanan Ramah Anak (LPLRA).

Pemenuhan standarisasi itu adalah untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap anak maupun oleh anak di sebuah satuan pendidikan, karena akhir-akhir ini masih banyak informasi yang muncul mengenai kekerasan yang terjadi di satuan pendidikan. Satuan pendidikan, menjadi salah satu tempat yang sarat dengan pelanggaran hak anak, selain rumah dan lingkungan.

Elvi Hendrani menuturkan, pada 2021 KemenPPPA mulai memperkenalkan istilah “Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK)”, seiring dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2021 Tentang Perlindungan Khusus Bagi Anak.

Untuk memastikan anak-anak yang terkategori AMPK terlindungi, maka upaya-upaya pencegahan harus dimasifkan dan mengoptimalkan penanganan kasus terutama oleh unit penanganan kasus yang ada di satuan pendidikan yang terkoneksi secara langsung dengan anak-anak.

“Hal itu penting karena kasus bisa terjadi di mana saja, tidak ada satupun tempat yang tidak ada kasus. Namun, akan terlihat kualitas suatu tempat atau suatu wilayah atau jika itu (kasus) terjadi di satuan pendidikan. Penanganannya cepat dan tepat karena kesiapan kesatuan pendidikan untuk menangani kasus tersebut,” kata Elvi Hendrani.

LPLRA merupakan program yang mengusung semangat sinergi dan kolaborasi antar-Kementerian/Lembaga (K/L) maupun Lembaga Layanan Berbasis Masyarakat. LPLRA memegang prinsip bahwa standardisasi yang dilakukan merupakan evaluasi yang bersifat pembinaan, yang bertujuan menguatkan lembaga tersebut dalam melayani AMPK.

Tim Unit Penanganan Kasus di MTsN 1 dikukuhkan pada 06 Maret 2023, yang di usulkan oleh Ibu Bekti Prastyani Fasnas. SRA yang di visitasi dan langsung Pendampingan Standarisasi Penyelenggaraan LPLRA Unit Penanganan Kasus di Satuan Pendidikan MTSN 1 Tuban oleh Bapak A. Azhari Fasnas. SRA di MTsN 1 Tuban, untuk selanjutnya mengikuti Bimtek LPLRA bagi AMPK pada Unit Penanganan Kasus di Satuan Pendidikan yang dilakukan oleh tim dari Kemenpppa. pada hari berikutnya (08-10/03/2023).

Harapan terbesar dari fasnas SRA adalah MTsN 1 Tuban bisa memenuhi standard Penyelenggaraan LPLRA sebagaimana yang telah di isyaratkan oleh Kemenpppa. Pada kesempatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari P3A Tuban. Dukungan dari keluarga besar MTsN 1 Tuban lah yang akan membuat program ini bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan oleh berbagai pihak. Semoga MTsN 1 Tuban bisa!!!

anitapermatadewi.didiwahyudi.red

Menanamkan Kharakter Pelajar Rahmatan Lil’alamin serta Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Kegiatan Pondok Ramadhan.

foto by fahmi/didi.red

Pada bulan Ramadan sekolah menggelar kegiatan Pondok Ramadan. Pondok Ramadan ini diisi dengan aktivitas seperti tadarus Al-Quran, sholat berjamaah, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kegiatan pondok Ramadan ini dilaksanakan selama satu hari penuh di sekolah atau dalam waktu tertentu untuk mempelajari lebih dalam tentang agama Islam.

Tujuan Pondok Ramadan

Kegiatan yang dilakukan di bulan Ramadan ini bukan hanya untuk mengisi waktu kosong sambil menunggu waktu buka puasa. Pondok Ramadan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadan sehingga bisa meningkatkan iman dan taqwa serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ini sekaligus meningkatkan ibadah peserta didik pada bulan Ramadan. Hal ini karena pada kegiatan Pondok Ramadan yang dilaksanakan secara intensif banyak diisi aktivitas ibadah mulai dari sholat wajib, sholat sunnah, dan tadarus. Berikut ini tujuan pondok Ramadan:

1. Mengisi waktu luang dengan memperbanyak ibadah
2. Mengamankan pemahaman agama Islam lebih dalam dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari
3. Meningkatkan iman dan takwa 

foto by fahmi/didi.red

Kegiatan Pondok Ramadan

Setiap sekolah memiliki macam-macam kegiatan untuk Pondok Ramadan. Kegiatan tersebut disesuaikan dengan waktu kegiatan apakah seharian atau waktu tertentu. Berikut ini kegiatan-kegiatan pondok Ramadan seperti yang dirangkum redaktur dari berbagai sumber:

  • Sholat fardhu lima waktu  berjamaah
  • Sholat sunah berjamaah (Sholat Duha, Sholat Tahajud, Sholat Witir)
  • Tadarus Al-Quran bersama
  • Kajian fiqih
  • Kajian kitab
  • Diskusi dan kuis
  • Buka bersama
  • Sholat Tarawih berjamaah
foto by fahmi/

Dengan tema Menanamkan kharakter Pelajar Rahmatan Lil’alamin serta Menguatkan Profil Pelajar Pancasila MTsN 1 Tuban melaksanakan kegiatan Pondok Ramadhan 1444 H. Tahun ini MTsN 1 Tuban bekerjasama dengan KUA Tuban Kota dalam penyampaian materi-materi pondok ramdhan, diantaranya Moderasi Beragama, Tarikh Islam dan Praktik Sholat Sunah.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 minggu (10-15/04/2023) dengan pembagian 2 hari perjenjang. Selain siswa hadir untuk mengilkuti kegiatan pondok ramadhan, mereka juga melakukan kegiatan berzakat fitrah, untuk kemudian oleh panitia akan diberikan kepada siswa/wi duafa, yatim piatu dan warga sekitar MTsN 1 Tuban, yang dilaksanakan pada hari senin (17/04/2023).

Foto by fahmi.dawam/didi,red

MTsN 1 Tuban Banjir Prestasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prestasi diartikan sebagai hasil usaha yang dicapai dari apa yang dikerjakan atau yang diusahakan. Seseorang dianggap berprestasi, jika dia telah meraih sesuatu hasil dari apa yang diusahakannya, baik karena hasil belajar, bekerja, atau berlatih keterampilan dalam bidang tertentu.

Yang jelas pasti manusia dilahirkan dengan kemampuan yang berbeda beda, baik secara akademik ataupun nonakademik. Ada diantaranya memiliki kemampuan akademik bagus namun lemah di nonakademik begitu juga sebaliknya, dan yang harus kita sadari bahwa semuanya merupakan anugerah dari Tuhan yang maha kuasa, apapun potensi itu harus kita cermati lebih dini dan dikelola sebaik mungkin sehingga tetap menjadi sebuah kemampuan atau prestasi yang bisa dibanggakan, baik bagi pribadi, orangtua ataupun lembaga.

Alangkah indahnya ketika kemampuan akademik dan nonakademik bisa seimbnag sehingga menciptakan perpaduan yang pas dianatara keduanya yaitu prestasi gemilang di berbagai sektor.

Berikut ini adalah motivasi yang bisa dijadikan acuan untuk bisa digunakan sebagai cara membuat agar prestasi akademik dan nonoakademik bisa berjalan beriringan atau seimbang.

1. Mencari Waktu yang Terbaik untuk Belajar

Kita harus tau kapan waktu terbaik kita buat belajar. Karena ini merupakan cara yang terbaik menyangkut keefektifan belajar kita juga.

2. Sering Me-review Pelajaran yang Kita Paling Tidak Kuasai  

Sering-sering baca ulang pelajaran yang paling gak kita kuasai, misalnya matematika. Nah, seringlah bergaul sama matematika biar bersahabat dan gak jadi musuh lagi.

3. Fokus Saat di Kelas

Kalau di kelas, cukup mikirin urusan kelas. Begitu pun ketika di organisasi, agar urusannya tidak bercampur.

4. Jangan Suka Begadang

Jangan begadang karena bisa bikin mengantuk di kelas dan membuat kita tidak maksimal menyimak mata pelajaran.

5. Cari Tahu Cara Belajar Kita

Setiap orang memiliki tehnik belajarnya sendiri-sendiri, misalnya cara belajar visual sama auditory. Jadi harus banyak nulis (mencatat) dan banyak dengerin. Terkadang kita perlu mencoba tehnik dengerin guru menjelaskan materi kemudian bikin resume pakai pena warna-warni dan menarik, resume-nya cuma poin-poin penting terus dia jabarin sendiri dan itu ngebuat hapal diluar kepala banget.

6. Kurangin Main Media Sosial

Wah, ini dia godaan terbesar saat mau belajar. Kalau sudah mau belajar, mending ponselnya dimatikan atau di-silent dan dijauhkan dari kita. Tujuannya agar kita lebih fokus saat belajar.

7. Selesaikan Pekerjaan Samapi Tuntas

Belajar jika kerjaan lain udah kelar. Misal, ada yang harus dibuat entah itu proposal atau tugas organisasi lain, itu di selesain dulu baru enak dan tenang dalam belajar belajar.

8. Harus Seimbang

Intinya bagi waktu yang benar, jangan condong ke salah satu, harus seimbang, baik untuk urusan akademik, nonakademik, organisasi dan juga urusan akhirat atau ibadah.

Redaktur: Didi wahyudi

All pict taken from paguyuban/didi.red